HARI TER-GALAU -___-

Heheee udah lama gak nulis dsni :p

Cuma mw cerita hari ini Tepat nya di tanggal 30 Oktober 2012 kakak aku nikah yaitu siti muheni :)
Dan hari ini bentrok sama ujian integrasi 2 blok 20 -..- sumpah gak bisa belajar di rumah rame bgd sodara pd berdatangan :’(
Udah cb belajar maksimal sih tp ga yakin sama apa yg di pelajarin :’(

Hmmm ya mudah2an Allah liat penderitaan dan usaha aku dalam belajar blok 20 ini
Semoga bsk inte-2 aq bisa jawab dgn benar :) dan lulus pasti nya amienn

Pengen bgd bisa lulus dan bersih blok di semester 5 ini kayak semester 4 kemarin
Gak mw lagi ngecewain org tua dgn hasil blok yg gak lulus,,gakk mau lg ya Allah :’(
Allah tolong bantu yahh dalam ujian integrasi 2 blok 20 urogenital system2 ini beri kelulusan bagi hamba ya Allah
Amiennnnn

dear 8 augst 91

Aku bahagia bisa punya kesempatan berkenalan dan bertemu dgn nya..
Dan berbagi cerita,ceria,suka,duka,canda,cinta,sayang..
3,5 tahun buat aku istimewa bgd
Hubungan paling lama yg aku jalanin n dgn sungguh2 aq jalanin
Bukan kah cinta itu butuh perjuangan
Butuh saling mengerti
Butuh saling menghargai
Dan memahami
Semua yg terjadi semua’a memang salahku
Aku gak bisa jd yg qm mau
Aku gak bisa ngenalin qm k org tua aq
Aku backstreet qm 3,5 tahun dgn keadaan LDR
Aku ngerti kok qlo pada akhirnya qm jd seperti itu
Aku udah brusaha lakuin yg aq bisa n jd yg qm mau
Tapi aku gak ngerti aku sllu salah ujung2nya

Kamu satu2 nya lelaki yg aku cinta skrang dan selamanya
Walaupun nti suatu hari kamu lupa
Dan mungkin mendapatkan yg lbh baik
Aku hanya bisa tersenyum dan berharap kamu bahagia :’)
Cinta aku dan sayang aku akan selalu buat kamu sampai kapanpun.

Falling in love at a coffee shop ~

I think that possibly
Maybe I’m falling for you
Yes There’s a chance that I’ve fallen quite hard over you

I’ve seen the paths that your eyes wander down
I want to come too

I think that possibly
Maybe I’m falling for you

No one understands me quite like you do
Through all of the shadowy corners of me

I never knew just what it was about this old coffee shop I love so much
All of the while I never knew

I think that possibly
Maybe I’m falling for you
Yes there’s a chance that I’ve fallen quite hard over you

I’ve seen the waters that make your eyes shine
Now I’m shining too

Because
Oh
Because I’ve fallen quite hard over you

If I didn’t know you I’d rather not know
If I couldn’t have you I’d rather be alone

I never knew just what it was about this old coffee shop I love so much
All of the while I never knew

I never knew just what it was about this old coffee shop I love so much
All of the while I never knew

All of the while
All of the while
All of the while it was you, you!

Badai Pasti Berlalu (kutipan yg paling aq suka)

Leo : “kamu itu diliat dari luar keras bgd kyak batu tp makin kesini mulai mencair kyak air :)

Siska : “oh yah? Saya itu pura2 bahagia,qm itu ga tau rasa’a sakit hati.! “

Leo : “saya tau kok sis rasa’a,bukan cm qm satu2 nya org yg sakit hati,semua org itu pst prnh lg sakit hati,sampe kapan mw trs di bali n nutup diri kyak gni? “

Siska : ” :) ” lalu pergi

Terkadang seseorang mengatakan mengerti perasaan kita tapi sesungguh nya tidak ada orang yg benar2 mengerti perasaan kita kecuali diri kita sendiri dan Tuhan.

Fakta Aneh tentang Insomnia

Insomnia atau kondisi kesulitan tidur di malam hari tidak terjadi pada setiap orang. Tapi gangguan ini makin banyak saja yang mengalaminya.

Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders (DSM) mengatakan bahwa pada insomnia yang sebenarnya, gejala-gejalanya muncul selama setidaknya satu bulan dan tidak terjadi bersamaan dengan gangguan tidur lainnya, gangguan mental, kondisi medis atau penggunaan obat-obatan tertentu.

Kehilangan jam tidur memiliki efek negatif pada kesehatan. Sebuah tinjauan dari University of Rochester pada tahun 2010 menemukan bahwa orang yang terus-menerus mengalami kekurangan jam tidur lebih mungkin mengalami kecelakaan lalu lintas, melewatkan hari kerja, kurang puas dengan pekerjaannya dan lebih mudah terganggu oleh lingkungan di sekitarnya.

Simak 7 fakta aneh yang membantu menjelaskan mengapa orang tidak bisa tidur seperti dilansir dari myhealthnewsdaily, Rabu (13/6/2012) berikut ini.

1. Insomnia Bisa Saja Turunan

Masalah tidur bisa muncul dalam satu keluarga. Sebuah penelitian di tahun 2008 menemukan bahwa remaja yang orangtuanya menderita insomnia juga berisiko tinggi menggunakan obat tidur yang diresepkan dan memiliki masalah mental.

2. Hewan Peliharaan dan Serangga Juga Bisa Menderita Insomnia

Hewan lain seperti serangga tidak bisa mengeluh begitu saja saat mengalami insomnia, tetapi beberapa studi menunjukkan hewan juga menderita gangguan tidur seperti manusia.

Lalat-lalat insomnia itu pun lebih sering kehilangan keseimbangan, lebih lambat belajar dan memiliki lebih banyak lemak, semuanya menyerupai gejala pada manusia yang kurang tidur.

3. Jet Lag Sosial Bisa Jadi Penyebab Insomnia

Jika Anda kesulitan bangun di Senin pagi, bisa saja Anda mengalami ‘jet lag sosial’ yaitu kebiasaan mengikuti jadwal tidur pada hari kerja dan akhir pekan yang berbeda dari orang-orang pada umumnya.

Sebuah penelitian baru menunjukkan bahwa orang dengan jadwal tidur di hari kerja dan akhir pekan yang berbeda tiga kali lebih mungkin mengalami kelebihan berat badan.

4. Obat tidur Masih Populer Meski Gagal Sembuhkan Insomnia

Dalam sebuah studi yang dipublikasikan di jurnal BMJ Open, peneliti menemukan bahwa orang yang memakai obat tidur yang diresepkan hampir lima kali lebih mungkin meninggal pada studi selama 2,5 tahun dibandingkan orang-orang yang tidak minum obat tidur.

5. Hormon Wanita Bisa Saja Menyebabkan Insomnia

Wanita dua kali lebih mungkin menderita insomnia daripada pria. Hal ini diungkap National Sleep Foundation.

Tak tidur di malam hari dan mengantuk di siang hari pun seringkali dikaitkan dengan perubahan hormon dalam kehidupan wanita, termasuk kehamilan, menopause dan siklus menstruasi.

Namun seiring dengan perubahan hormon, insomnia juga dikaitkan dengan kondisi seperti kecemasan, depresi, masalah pernafasan saat tidur dan sindrom gelisah kaki.

6. Meski Jarang, Seseorang Juga Bisa Meninggal Akibat Insomnia

Fatal familial insomnia adalah penyakit genetik langka yang mencegah seseorang dari tertidur karena akhirnya bisa menimbulkan kematian.

Para ahli telah mengidentifikasi fatal familial insomnia sebagai penyakit prion yang disebabkan oleh protein abnormal yang berkembang dari mutasi genetik yang mempengaruhi fungsi otak sehingga menyebabkan hilangnya memori, tak dapat mengendalikan gerakan otot dan halusinasi.

Pada tahun 1986, para peneliti melaporkan kasus seorang pria berusia 53 tahun yang menderita kurang tidur dan hanya mendapatkan tidur 2-3 jam per malam dalam New England Journal of Medicine.

Dua bulan kemudian, pria itu hanya bisa tidur satu jam per malam dan sering terganggu oleh mimpi yang nyata. Setelah 3-6 bulan, dia sama sekali tak bisa tidur dengan normal sehingga dia mengalami kelelahan parah, tremor tubuh dan sulit bernafas. Setelah 8 bulan, ia terjatuh dan akhirnya meninggal.

Setelah diteliti dari riwayat keluarga pria itu terungkaplah bahwa dua orang saudara perempuan dan banyak anggota keluarganya yang lain juga meninggal akibat penyakit serupa.

Originally posted on ALLERGY CLINIC online:

Dampak Antihistamin H1 Pada Sistem Organ Tubuh

Pemberian obat alergi untuk penderita alergi bukan jalan keluar utama yang terbaik. Pemberian obat jangka panjang adalah bentuk kegagalan mengidentifikasi dan menghindari penyebab.

Antihistamin adalah obat dengan efek antagonis terhadap histamin. Di pasaran banyak dijumpai berbagai jenis antihistamin dengan berbagai macam indikasinya. Antihistamin terutama dipergunakan untuk terapi simtomatik terhadap reaksi alergi atau keadaan lain yang disertai pelepasan histamin berlebih. Penggunaan antihistamin secara rasional perlu dipelajari untuk lebih menjelaskan perannya dalam terapi karena pada saat ini banyak antihistamin generasi baru yang diajukan sebagai obat yang banyak menjanjikan keuntungan.

Antihistamin adalah zat-zat yang dapat mengurangi atau menghalangi efek histamin terhadap tubuh dengan jalan memblok reseptor –histamin (penghambatan saingan). Pada awalnya hanya dikenal satu tipe antihistaminikum, tetapi setelah ditemukannya jenis reseptor khusus pada tahun 1972, yang disebut reseptor-H2,maka secara farmakologi reseptor histamin dapat dibagi dalam dua tipe , yaitu reseptor-H1 da reseptor-H2. Berdasarkan penemuan ini, antihistamin juga…

View original 1,165 more words

PBL UROGENITAL

Makalah Problem Based Learning

Gangguan Fungsi Dan Mekanisme Kerja Ginjal

 

Dedeh Anggreyani

102010192

D6

24 September 2011

dd_yanys@ymail.com

Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana

Jl. Arjuna Utara No.6 Jakarta Barat 11510

021-56942061

Pendahuluan

Tubuhn kita mengandung banyak air. Tapi walaupun tubuh kita mengandung dan terdiri dari banyak air kita masih harus mengkonsumsi dan mendapat asupan air dan mineral dari luar tubuh. Semua air dan  mineral yang kita konsumsi tidak semua nya kita serap tapi adanya yang harus kita keluarkan dan kita biasa menyebutnya dengan urine. Urine yang kita keluarkan merupakan sisa eksresi dari ginjal. Ginjal merupakan alat yang berfungsi untuk mempertahankan sistem tubuh kita, salah satunya memproses urine.

Skenario

Seorang laki-laki usia 49 tahun datang ke poliklinik dengan keluhan bengkak pada kaki sejak sekitar 2 bulan yang lalu. Ia tidak berobat karena kekurangan biaya. Sejak 2 minggu terakhir bengkak dirasakan semakin parah,perutnya mulai membuncit. Pada pemeriksaan fisik didapatkan edema tibial dan asites dan dokter menyatakan kemungkinan ia mnederita gagal ginjal.

Hipotesis dan Rumusan Masalah

-          Sejak 2minggu terakhir bengkak dirasakan semakin parah dan perutnya mulai membuncit.

-          Gangguan fungsi dan mekanisme kerja ginjal (gagal ginjal) dapat menyebabkan kaki bengkak dan perut membuncit.

Identifikasi Istilah

-          Asites

Asites adalah satu kondisi dimana terdapat akumulasi cairan berlebih yang mengisi rongga peritoneal.1

-          Edema tibial

Penumpukan cairan di sekitar daerah kaki.1

-          Gagal ginjal

Suatu keadaan dimana ginjal tidak berfungsi secara normal sehingga ginjal gagal dalam menjalankan fungsinya.1

Pembahasan

Sistem perkemihan merupakan suatu sistem dimana terjdinya proses penyaringan darah sehingga darah bebas dari zat-zat yang yang tidak dipergunakan oleh tubuh dan menyerap zat-zat yang masih dipergunakan oleh tubuh. Zat-zat yang tidak dipergunakan lagi oleh tubuh larut dlam air dan dikeluarkan berupa urin (air kemih).2

ª    Susunan Sistem Perkemihan

Sistem perkemihan terdiri dari:

a) Dua ginjal (ren) yang menghasilkan urin

b) Dua ureter yang membawa urin dari ginjal ke vesika urinaria (kandung kemih)

c) Satu vesika urinaria (VU), tempat urin dikumpulkan

d) Satu urethra, urin dikeluarkan dari vesika urinaria.2

Berikut merupakan gambaran susunan sistem kemih kita. 3

 

Gambar no.1 susunan sistem kemih manusia

J Ginjal (Ren)

©     Struktur Makroskopis

            Ginjal berbentuk seperti kacang merah dengan panjang 10-12 cm dan tebal 3,5-5 cm, terletak di ruang belakang selaput perut tubuh (retroperitonium) sebelah atas. Ginjal kanan terletak lebih ke bawah dibandingkan ginjal kiri. Berat + 150 gr (125 – 170 gr pada Laki-laki, 115 – 155 gr pada perempuan). Panjang 5 – 7,5 cm Tebal 2,5 – 3 cm. Letak retroperitoneal sebelah dorsal cavum abdominal. Ginjal kiri bagian atas V.Lumbal I Bagian bawah V.Lumbal IV. Pada posisi berdiri letak ginjal kanan lebih rendah dari ginjal kiri, karena adanya lobus hepatis dexter yang besar.

Ginjal dibungkus oleh simpai jaringan fibrosa yang tipis. Pada sisi medial terdapat cekungan, dikenal sebagai hilus, yang merupakan tempat keluar masuk pembuluh darah dan keluarnya ureter. Bagian ureter atas melebar dan mengisi hilus ginjal, dikenal sebagai piala ginjal (pelvis renalis). Pelvis renalis akan terbagi lagi menjadi mangkuk besar dan kecil yang disebut kaliks mayor (2 buah) dan kaliks minor (8-12 buah). Setiap kaliks minor meliputi tonjolan jaringan ginjal berbentuk kerucut yang disebut papila ginjal. Pada potongan vertikal ginjal tampak bahwa tiap papila merupakan puncak daerah piramid yang meluas dari hilus menuju ke kapsula. Pada papila ini bermuara 10-25 buah duktus koligens. Satu piramid dengan bagian korteks yang melingkupinya dianggap sebagai satu lobus ginjal.

 

Gambar No.2 struktur Ginjal.2

Persarafan Ginjal

Ginjal mendapatkan persarafan dari fleksus renalis(vasomotor). Saraf ini berfungsi untuk mengatur jumlah darah yang masuk ke dalam ginjal, saraf ini berjalan bersamaan dengan pembuluh darah yang masuk ke ginjal.4

Vaskularisasi Ginjal

Ginjal menerima sekitar 20% dari aliran darah jantung atau sekitar 1 liter per menit darah dari 40% hematokrit, plasma ginjal mengalir sekitar 600 ml/menit. Normalnya 20% dari plasma disaring di glomerulus dengan GFR 120 ml/menit atau sekitar 170 liter per hari. Penyaringan terjadi di tubular ginjal dengan lebih dari 99% yang terserap kembali meninggalkan pengeluaran urin terakhir 1-1,5 liter per hari.4

-          Mendapat darah dari A.Renalis merupakan cabang dari Aorta Abdominalis.

-          Sebelum memasuki ginjal A.Renalis bercabang dua yaitu :

n  Ramus Anterior dan

n  Ramus Pasterior

-          Ramus ini bercabang 5 :

A. Segmentalis yang memvasculerisasi satu segmen ginjal.

n  A. Segmentalis memberi cabang A.Interlobaris dan memberi cabang A. Arcuata

n  A. Arcuata memberi cabang dalam cortex ginjal disebut A. Interlobularis.

n  A. Interlobularis bercabang-cabang menjadi Arteriole Afferent

n  Arteriolle Afferent menuju Capsula Bowmani dan bercabang-cabang berupa Capiler. Capiler-capiler ini bersatu menjadi Arteriolae Efferent

n  Capiler-capiler pada Capsula Bowmani disebut Glomerolus.

n  Arteriollae Efferent membentuk anyaman pembuluh darah pada Tubulus Contortus dan Tubulus Henle, sebagian memberi cabang ke Pelvis Renalis disebut A. Recta

n  A. Recta memvaskulerisasi tubulus Henle dan tubulus Colectivus membentuk anyaman pembuluh darah menjadi V. Recta. 2

 

Gambar No.3 Struktur mendetail dari ginjal.3

©     Struktur Mikroskopis

Secara histologi ginjal terbungkus dalam kapsul atau simpai jaringan lemak dan simpai jaringan ikat kolagen. Organ ini terdiri atas bagian korteks dan medula yang satu sama lain tidak dibatasi oleh jaringan pembatas khusus, ada bagian medula yang masuk ke korteks dan ada bagian korteks yang masuk ke medula.5 Bangunan-bangunan  (Gb-3) yang terdapat pada korteks dan medula ginjal adalah

-          Korteks ginjal terdiri atas beberapa bangunan yaitu

  1. Korpus Malphigi terdiri atas kapsula Bowman (bangunan berbentuk cangkir) dan glomerulus (jumbai /gulungan kapiler).
  2. B.     Bagian sistim tubulus yaitu tubulus kontortus proksimalis dan tubulus kontortus distal.

-          Medula ginjal terdiri atas beberapa bangunan yang merupakan bagian sistim tubulus  yaitu pars descendens dan descendens ansa Henle, bagian tipis ansa Henle, duktus   ekskretorius (duktus koligens) dan duktus papilaris Bellini

-          Korpus Malphigi

Korpus Malphigi terdiri atas 2 macam bangunan yaitu kapsul Bowman dan glomerulus. Kapsul Bowman sebenarnya merupakan pelebaran ujung proksimal saluran keluar ginjal (nefron) yang dibatasi epitel. Bagian ini diinvaginasi oleh jumbai kapiler (glomerulus) sampai mendapatkan bentuk seperti cangkir yang berdinding ganda. Dinding sebelah luar disebut lapis parietal (pars parietal)sedangkan dinding dalam disebut lapis viseral (pars viseralis) yang melekat erat pada jumbai glomerulus (Gb-4 dan 5). Ruang diantara ke dua lapisan ini sebut ruang Bowman yang berisi cairan ultrafiltrasi. Dari ruang ini cairan ultra filtrasi akan masuk ke dalam tubulus kontortus proksimal. 5

-          Glomerulus merupakan bangunan yang berbentuk khas, bundar dengan warna yang lebih tua daripada sekitarnya karena sel-selnya tersusun lebih padat. Glomerulus merupakan gulungan pembuluh kapiler. Glomerulus ini akan diliputi oleh epitel pars viseralis kapsul Bowman. Di sebelah luar terdapat ruang Bowman yang akan menampung cairan ultra filtrasi dan meneruskannya ke tubulus kontortus proksimal. Ruang ini dibungkus oleh epitel pars parietal kapsul Bowman.

-          Kapsul Bowman lapis parietal pada satu kutub bertautan dengan tubulus kontortus proksimal yang membentuk kutub tubular, sedangkan pada kutub yang berlawanan bertautan dengan arteriol yang masuk dan keluar dari glomerulus. Kutub ini disebut kutub vaskular. Arteriol yang masuk disebut vasa aferen yang kemudian bercabang-cabang lagi menjadi sejumlah kapiler yang bergelung-gelung membentuk kapiler. Pembuluh kapiler ini diliputi oleh sel-sel khusus yang disebut sel podosit yang merupakan simpai Bowman lapis viseral. Sel podosit ini dapat dilihat dengan mikroskop elektron. Kapiler-kapiler ini kemudian bergabung lagi membentuk arteriol yang selanjutnya keluar dari glomerulus dan disebut vasa eferen, yang berupa sebuah arteriol. 5

-          Apartus Yuksta-Glomerular

Sel-sel otot polos dinding vasa aferent di dekat glomerulus berubah sifatnya menjadi sel epiteloid. Sel-sel ini tampak terang dan di dalam sitoplasmanya terdapat granula yang mengandung ensim renin, suatu ensim yang diperlukan dalam mengontrol tekanan darah. Sel-sel ini dikenal sebagai sel yuksta glomerular.

-          Tubulus Kontortus Proksimal

Tubulus kontortus proksimal berjalan berkelok-kelok dan berakhir sebagai saluran yang lurus di medula ginjal (pars desendens Ansa Henle). Dindingnya disusun oleh selapis sel kuboid dengan batas-batas yang sukar dilihat. Inti sel bulat, bundar, biru dan biasanya terletak agak berjauhan satu sama lain. Sitoplasmanya bewarna asidofili (kemerahan). Permukaan sel yang menghadap ke lumen mempunyai paras sikat (brush border). Tubulus ini terletak di korteks ginjal. Fungsi tubulus kontortus proksimal adalah mengurangi isi filtrat glomerulus 80-85 persen dengan cara reabsorpsi via transport dan pompa natrium. Glukosa, asam amino dan protein seperti bikarbonat, akan diresorpsi. 5

-          Ansa Henle

Ansa henle terbagi atas 3 bagian yaitu bagian tebal turun (pars asendens), bagian tipis (segmen tipis) dan bagian tebal naik (pars asendens). Segmen tebal turun mempunyai gambaran mirip dengan tubulus kontortus proksimal, sedangkan segmen tebal naik mempunyai gambaran mirip tubulus kontortus distal. Segmen tipis ansa henle mempunyai tampilan mirip pembuluh kapiler darah, tetapi epitelnya sekalipun hanya terdiri atas selapis sel gepeng, sedikit lebih tebal sehingga sitoplasmanya lebih jelas terlihat. Selain itu lumennya tampak kosong. Ansa henle terletak di medula ginjal. Fungsi ansa henle adalah untuk memekatkan atau mengencerkan urin.6

-          Tubulus kontortus distal

Tubulus kontortus distal berjalan berkelok-kelok. Dindingnya disusun oleh selapis sel kuboid dengan batas antar sel yang lebih jelas dibandingkan tubulus kontortus proksimal. Inti sel bundar dan bewarna biru. Jarak antar inti sel berdekatan. Sitoplasma sel bewarna basofil (kebiruan) dan permukaan sel yang mengahadap lumen tidak mempunyai paras sikat. Bagian ini terletak di korteks ginjal. Fungsi bagian ini juga berperan dalam pemekatan urin.6

-          Duktus koligen

Saluran ini terletak di dalam medula dan mempunyai gambaran mirip tubulus kontortus distal tetapi dinding sel epitelnya jauh lebih jelas, selnya lebih tinggi dan lebih pucat. Duktus koligen tidak termasuk ke dalam nefron. Di bagian medula yang lebih ke tengah beberapa duktus koligen akan bersatu membentuk duktus yang lebih besar yang bermuara ke apeks papila. Saluran ini  (Gb-10) disebut duktus papilaris (Bellini). Muara ke permukaan papil sangat besar, banyak dan rapat sehingga papil tampak seperti sebuah tapisan (area kribrosa). Fungsi duktus koligen adalah menyalurkan kemih dari nefron ke pelvis ureter dengan sedikit absorpsi air yang dipengaruhi oleh hormon antidiuretik (ADH). Di samping bagian korteks dan medula, pada ginjal ada juga bagian korteks yang menjorok masuk ke dalam medula membentuk kolom mengisi celah di antara piramid ginjal yang disebut (Gb-11) sebagai kolumna renalis Bertini.  Sebaliknya ada juga jaringan medula yang menjorok masuk ke dalam daerah korteks membentuk berkas-berkas yang disebut prosessus Ferreini.6

-          Sawar Ginjal

Sawar ginjal adalah bangunan-bangunan yang memisahkan darah kapiler glomerulus dari filtrat dalam rongga Bowman. Sawar ini terdiri atas endotel kapiler bertingkap glomerulus, lamina basal dan pedikel podosit yang dihubungkan dengan membran celah (slit membran). Sel podosit adalah sel-sel epitel lapisan viseral kapsula Bowman. Sel-sel ini telah mengalami perubahan sehingga berbentuk bintang. Selain badan sel sel-sel ini mempunyai beberapa juluran (prosessus) mayor (primer) yang meluas dari perikarion dengan cara seperti tentakel seekor gurita. Sebuah prosessus primer mempunyai beberapa prosessus sekunder yang kecil atau pedikel. Pedikel podosit yang berdekatan saling berselang-seling dalam susunan yang rumit dengan sistem celah yang disebut celah filtrasi (Slit pores) di antara pedikel. Pedikel-pedikel ini berhubungan dengan suatu membran tipis disebut membran celah (Slit membran). Di bawah membran slit ini terdapat membran basal sel-sel sel endotel kapiler glomerulus. Guna sawar ginjal ini adalah untuk menyaring molekul-molekul yang boleh melewati lapisan filtrasi tersebut dan molekul-molekul yang harus dicegah agar tidak keluar dari tubuh. Molekul-molekul yang dikeluarkan dari tubuh adalah molekul-molekul yang sudah tidak diperlukan oleh tubuh, sisa-sisa metabolisma atau zat-zat yang toksik bagi tubuh. Molekul-molekul ini selanjutnya akan dibuang dalam bentuk urin (air kemih). Proses filtrasi ini tergantung kepada tekanan hidrostatik darah dalam kapiler glomerulus. 6

©     Mekanisme Kerja Ginjal

Mekanisme dasar fungsi ginjal

            Pada dasarnya fungsi utama ialah membersihkan plasma darah dari zat-zat yang tidak berguna bagi tubuh dengan cara :

Filtrasi

Reabsorbsi

Sekresi

Sintesa

  1. Filtrasi

Filtrasi terjadi pada kapiler glomerulus pada kapsul Bowman. Pada glomerulus terdapat sel-sel endotelium kapiler yang berpori (podosit) sehingga mempermudah proses penyaringan. Beberapa faktor yang mempermudah proses penyaringan adalah tekanan hidrolik dan permeabilitias yang tinggi pada glomerulus. Selain penyaringan, di glomelurus terjadi pula pengikatan kembali sel-sel darah, keping darah, dan sebagian besar protein plasma. Bahan-bahan kecil terlarut dalam plasma, seperti glukosa, asam amino, natrium, kalium, klorida, bikarbonat, garam lain, dan urea melewati saringan dan menjadi bagian dari endapan.
Hasil penyaringan di glomerulus berupa filtrat glomerulus (urin primer) yang komposisinya serupa dengan darah tetapi tidak mengandung protein. Pada filtrat glomerulus masih dapat ditemukan asam amino, glukosa, natrium, kalium, dan garam-garam lainnya.2

Peristiwa Filtrasi di Glomerolus berlangsung melalui 3 lapisan sel :

n  Lapisan sel Endothel Capiler

n  Membrana basalis

n  Lapisan Epitel Capsula Bowmani

Tekanan Filtrasi = Tekanan Glomerolus – (tekanan osmose + tekanan intra renal). Faktor-faktor yang berpengaruh pada filtrasi Glomerolus :

n  Aliran darah ke ginjal

n  Constrictie Arteriole Afferent

n  Constrictie Arteriole Efferent

n  Rangsangan Simpatis

n  Tekanan darah

n  Tekanan Intra Kapsuler

n  Consentrasi protein plasma

n  Luas protein plasma

n  Permeabilitas membrane.4

 

  1. Reabsorbsi

Pada proses ini terjadi penyerapan kembali sebagian besar dari glikosa, sodium, klorida, fospat dan beberapa ion bikarbonat. Prosesnya terjadi secara pasif (obligator reabsorbsi) di tubulus proximal. sedangkan pada tubulus distal terjadi kembali penyerapan sodium dan ion bikarbonat bila diperlukan tubuh. Penyerapan terjadi secara aktif (reabsorbsi fakultatif) dan sisanya dialirkan pada papilla renalis. 4

Volume urin manusia hanya 1% dari filtrat glomerulus. Oleh karena itu, 99% filtrat glomerulus akan direabsorbsi secara aktif pada tubulus kontortus proksimal dan terjadi penambahan zat-zat sisa serta urea pada tubulus kontortus distal. Substansi yang masih berguna seperti glukosa dan asam amino dikembalikan ke darah. Sisa sampah kelebihan garam, dan bahan lain pada filtrat dikeluarkan dalam urin. Tiap hari tabung ginjal mereabsorbsi lebih dari 178 liter air, 1200 g garam, dan 150 g glukosa. Sebagian besar dari zat-zat ini direabsorbsi beberapa kali. Setelah terjadi reabsorbsi maka tubulus akan menghasilkan urin seku Zder yang komposisinya sangat berbeda dengan urin primer. Pada urin sekunder, zat-zat yang masih diperlukan tidak akan ditemukan lagi. Sebaliknya, konsentrasi zat-zat sisa metabolisme yang bersifat racun bertambah, misalnya ureum dari 0,03`, dalam urin primer dapat mencapai 2% dalam urin sekunder.
Meresapnya zat pada tubulus ini melalui dua cara. Gula dan asam mino meresap melalui peristiwa difusi, sedangkan air melalui peristiwa osmosis. Reabsorbsi air terjadi pada tubulus proksimaldan tubulus distal.4

Mekanisme reabsorbsi:

- Transport aktif perlu :

1. Carrier

2. Energi

- Transport pasif :

1. Gradien kadar

2. Gradien Listrik

ª  Zat-zat yang direabsorbsi aktif: Glocosa, asam amino, Na+, K+

ª  Permeabilitas urea < air à banyak urea dalam kencing

ª  Creatinin, inulin, manitol permeabilitas = 0, jadi 100% terdapat dalam urin.4

  1. Sekresi

Sisa dari penyerapan kembali yang terjadi di tubulus distal dialirkan ke papilla renalis selanjutnya diteruskan ke luar.

Reabsorbsi dan sekresi pada berbagai lumen tubuli :

Tubulus Proximalis :

-          Glucose, as.amino dan protein 100% direabsorbsi.

-          Air, Na+, Cl-, K+ 80% direabsorbsi

Pars Descenden Loop Henle : sangat permeabel

Pars Ascenden : tidak permeable terhadap air, dapat reabsorbsi aktif Na+, Cl-

Tubulus Distalis :

-          Permeabilitas air tergantung ADH

-          Na+, Cl-, reabsorbsi aktif

-          Sekresi H+, K+, NH3-

Transport ion-ion pada tubuli :

Cl- : reabsorbsi pada Loop Henle tebal, tubulus proximalis

K+ : disekresi pada tubulus distal

HCO3- : direabsorbsi dalam bentuk CO2, sebagian kecil dalam bentuk HCO3-

H+ : disekresi aktif pada tubulus proximalis bag distal

Urea : difiltrasi sempurna, direabsorbsi 40 – 50%

Kreatinin :

-          Difiltrasi sempurna

-          Tidak direabsorbsi

-          Disekresi di tubulus proximalis

Inulin :

-          Difiltrasi sempurna

-          Tidak direabsorbsi

-          Tidak disekresi.4

Keseluruhan proses di atas dapat di singkat dengan Gambar berikut :3

 

                  Gambar No.4 Proses mekanisme ginjal

©     Fungsi Ginjal

Fungsi ginjal

Fungsi ginjal adalah

a) memegang peranan penting dalam pengeluaran zat-zat toksis atau racun,

b) mempertahankan suasana keseimbangan cairan,

c) mempertahankan keseimbangan kadar asam dan basa dari cairan tubuh, dan

d)mengeluarkan/mengekskresi sisa-sisa metabolisme akhir dari protein ureum, kreatinin dan amoniak.7

 

  • Ekskresi

Zat yang di eksresikan oleh ginjal anatara lain :

-          Urea

  • § Hasil akhir metabolisme protein pada mamalia
  • § Eksresi urea sebanding dengan intake protein

-          Intake protein -> ekskresi urea >>

-          Intake protein << -> eksresi urea <<

  • § Merupakan 80-90% nitrogen urin normal
  • § Eksresi urea meningkat : katabolisme protein yang meningkat misalnya pada : DM,demam,hiperaktivitas kelenjar adrenal
  • § Eksresi urea menurun : penyakit hati (terutama stadium akhir), asidosis (NH3 dipakai untuk mengimbangi sekresi H+ -> NH4+ )

-       Kreatinin dan Kreatin

  • Kreatin -> kreatinin (dalam otot,irreversible)
  • Eksresi kreatinin : tidak dipengaruhi diet (konstan) sebanding masa otot (tergantung berat badan)
  • Koefisien kreatinin : perbandingan jumlah eksresi kreatinin (mg) dalam urin 24jam dengan BB (Kg)
  • Normal : Laki-laki   : 20-26

                       Perempuan : 14-22

  • Koefisien kreatinin selalu konstan dan dipakai untuk menguji apakah urin dikumpulkan benar urin 24jam
  • Mis : laki-laki -> koefisien kreatinin < 20
  • Urin yang dikumpulkan tidak 24jam.

-          Asam Urat

Eksresi meningkat pada leukimia, gout, penyakit hati berat

  • Pemeriksaan asam urat urin :

Reagens arsenofosfotungstat -> warna biru

Minum salisilat -> salisilat juga memberi warna biru dengan reagens arsenofotungstat -> perlu pemeriksaan lain untuk pemeriksaan sekali lagi tetapi sebelumnya diberi enzim urikase.7

  • Homeostatik

homeostasis adalah bahwa jika ada terlalu banyak sesuatu dalam tubuh, maka akan dihapuskan, sedangkan jika ada terlalu sedikit sesuatu, itu akan dipertahankan.

 

Konsep dasar pengaturan cairan & elektrolit

  • Mekanisme homeostasis yang memantau dan mengatur komposisi cairan tubuh peka terhadap perubahan dalam cairan ekstraseluler.
  • Tidak ada reseptor secara langsung memantau keseimbangan cairan,reseptor dapat memantau volume dan konsentrasi osmotik plasma.
  • Perbedaan tek. osmotik dpt sebabkan transpor aktif garam dan diikuti    transpor pasif air.
  •  Air dan elektrolit dlm tubuh meningkat bila yg masuk >> daripada yang keluar. 7

ª  Keseimbangan asam basa

ü  Menjaga homeostasis asam basa penting utk kehidupan organisme.

ü  Persamaan Henderson :

       [H+] = 24 PaCO2/ [HCO3]

ü  Kelainan asam basa dimulai oleh :

-          perubahan pada PaCO2   kelainan respirasi

                    -     perubahan pada bikarbonat plasma kelainan metabolik

ü  Gangguan asam basa :

   – asidosis/alkalosis respiratorik

   – asidosis/alkalosis metabolik .7

ª  Kompensasi Ginjal

Perubahan pH plasma kompensasi ren perubahan laju sekresi dan reabsorbsi  H+ & HCO3

  • Ion hidrogen disekresi ke tub cairan :

   – TCP

   – TCD

  • Sistem kolekting tergantung keberadaan buffer di urine

              (sekresi berlanjut sp pH cairan tub 4-4,5)

  • Detoksifikasi

Ginjal berfungsi sebagai detoksifikasi dengan cara merubah vitamin D menjadi Calcitriol dalam bentuk aktif.7

Vitamin D, baik sebagai D 3 atau D 2, tidak memiliki aktivitas biologis yang signifikan. Sebaliknya, itu harus dimetabolisme dalam tubuh menjadi bentuk aktif hormon-dikenal sebagai 1,25-dihydroxycholecalciferol. Transformasi ini terjadi dalam dua langkah :

  1. Dalam hati, cholecalciferal adalah dihidroksilasi untuk 25-hydroxycholecalciferol oleh enzim 25-hidroksilase.
  2. Di dalam ginjal, 25-hydroxycholecalciferol berfungsi sebagai substrat untuk 1-alpha-hidroksilase, menghasilkan 1,25-dihydroxycholecalciferol, bentuk biologis aktif.

Masing-masing dari bentuk vitamin D adalah hidrofobik, dan diangkut dalam darah terikat dengan protein pembawa. Pembawa utama adalah disebut, tepat, vitamin D-binding protein. Para halflife 25-hydroxycholecalciferol adalah beberapa minggu, sedangkan 1,25-dihydroxycholecalciferol hanya beberapa jam.

Vitamin D juga dikenal sebagai hormon yang terlibat dalam metabolisme mineral dan pertumbuhan tulang. Efeknya yang paling dramatis adalah untuk memfasilitasi penyerapan kalsium di usus, meskipun juga merangsang penyerapan ion fosfat dan magnesium. Dengan tidak adanya vitamin D, kalsium makanan tidak diserap sama sekali efisien. Vitamin D merangsang ekspresi dari sejumlah protein yang terlibat dalam pengangkutan kalsium dari lumen usus, di sel-sel epitel dan ke dalam darah. Yang terbaik-dipelajari dari transporter kalsium calbindin, sebuah protein intraseluler yang feri kalsium di sel epitel usus. 7

Banyak efek vitamin D pada tulang telah dibuktikan. Sebagai regulator transkripsi protein matriks tulang, menginduksi ekspresi osteocalcin dan menekan sintesis kolagen tipe I. Dalam kultur sel, vitamin D menstimulasi diferensiasi osteoklas. Namun, penelitian manusia dan hewan dengan defisiensi vitamin D atau mutasi pada reseptor vitamin D menunjukkan bahwa efek ini mungkin tidak penting fisiologis utama, dan bahwa efek crutial vitamin D pada tulang adalah untuk memberikan keseimbangan yang tepat dari kalsium dan fosfor untuk mendukung mineralisasi.

Ternyata bahwa vitamin D reseptor yang hadir dalam kebanyakan jika tidak semua sel dalam tubuh. Selain itu, eksperimen menggunakan sel kultur telah menunjukkan bahwa vitamin D memiliki efek kuat terhadap pertumbuhan dan diferensiasi berbagai jenis sel. Temuan ini menunjukkan bahwa vitamin D memiliki efek fisiologis yang lebih luas yang berperan dalam homeostasis mineral dan fungsi tulang. Ini adalah area aktif penelitian dan pemahaman yang lebih baik dari daerah ini kemungkinan akan tersedia dalam waktu dekat.7

  • Hormonal

ª     Renin

-          Akan mengubah angiotensinogen (suatu peptida yang dihasilkan oleh hati) menjadi angiotensin I.

-          Selanjutnya angiotensin I ini akan diubah menjadi angiotensin II oleh ensim angiotensin converting enzyme (ACE) (dihasilkan oleh paru).

-          Angiotensin II akan mempengaruhi korteks adrenal (kelenjar anak ginjal) untuk melepaskan hormon aldosteron.

-          Hormon ini akan meningkatkan reabsorpsi natrium dan klorida termasuk juga air di tubulus ginjal terutama di tubulus kontortus distal dan mengakibatkan bertambahnya volume plasma.

-          Angiotensin II juga dapat bekerja langsung pada sel-sel tubulus ginjal untuk meningkatkan reabsopsi natrium, klorida dan air.

-          Di samping itu angiotensin II juga bersifat vasokonstriktor yaitu menyebabkan kontriksinya dinding pembuluh darah. Sel-sel yuksta glomerular di sisi luar akan berhimpitan dengan sel-sel makula densa, yang merupakan epitel dinding tubulus kontortus distal yang berjalan berhimpitan dengan kutub vaskular. Pada bagian ini sel dinding tubulus tersusun lebih padat daripada bagian lain. Sel-sel makula densa ini sensitif terhadap perubahan konsentrasi ion natrium dalam cairan di tubulus kontortus distal.

-          Penurunan tekanan darah sistemik akan menyebabkan menurunnya produksi filtrat glomerulus yang berakibat menurunnya konsentrasi ion natrium di dalam cairan tubulus kontortus distal.

-          Menurunnya konsentrasi ion natrium dalam cairan tubulus kontortus distal akan merangsang sel-sel makula densa (berfungsi sebagai osmoreseptor) untuk memberikan sinyal kepada sel-sel yuksta glomerulus agar mengeluarkan renin. Sel makula densa dan yuksta glomerular bersama-sama membentuk aparatus yuksta-glomerular.

-          Di antara aparatus yuksta glomerular dan tempat keluarnya vasa eferen glomerulus terdapat kelompokan sel kecil-kecil yang terang disebut sel mesangial ekstraglomerular  atau sel polkisen (bantalan) atau sel lacis. Fungsi sel-sel ini masih belum jelas, tetapi diduga sel-sel ini berperan dalam mekanisma umpan balik tubuloglomerular. Perubahan konsentrasi ion natrium pada makula densa akan memberi sinyal yang secara langsung mengontrol aliran darah glomerular. Sel-sel mesangial ekstraglomerular di duga berperan dalam penerusan sinyal di makula densa ke sel-sel yuksta glomerular. Selain itu sel-sel ini menghasilkan hormon eritropoetin, yaitu suatu hormon yang akan merangsang sintesa sel-sel darah merah (eritrosit) di sumsum tulang.7

ª  Eritropoetin

-          Eritrosit berfungsi mengangkut oksigen ke jaringan hingga produksi eritrosit sedikit banyak ditentukan juga oleh kadar oksigenisasi jaringan. Eritropoetin, suatu hormon yang secara langsung mempengaruhi aktifitas sumsum tulang sangat peka terhadap perubahan kadae oksigen dalam jaringan. Bagaimana mekanismenya sehingga perubahan oksigenisasi jaringan menyebabkan perubahan kadar eritropoetin, tidak diketahui dengan pasti.

-          Walaupun eritropoetin tidak dibentuk dan disimpan di ginjal, fungsi ginjal dan oksigenisasi jaringan ginjal menentukan kadar eritropoetin.Ternyata hipoksia jaringan menyebabkan ginjal mensekresi suatu enzim, yaitu factor eritropoetik yang bereaksi dengan protein yang ada dalam sirkulasi dan membentuk eritropoetin yang aktif.

-          Segala sesuatu yang menurunkan oksigenisasi ginjal mengakibatkan peningkatan kadar eritropoetin, apabila fungsi ginjal itu adekuat. Kadar hemoglobin yang rendah, gangguan pelepasan oksigen oleh hemoglobin, gangguan pertukaran oksigen pada pernafasan, dan hambatan aliran darah merupakan hal yang sering menyebabkan hipoksia jaringan. Kadar eritropoetin biasa tinggi pada anemia, hemoglobinopati, penyakit paru dan pada gangguan sirkulasi yang hebat. Bila sumsum tulang mampu mengadakan respon terhadap keadaan itu maka produksi eritrosit akan meningkat. Pada sebagaian anemia dan hemoglobinopati, sifat penyakit ini mencegah respon eritropoetik yang tepat, penyakit paru atau vascular yang berat sering menunjukan hyperplasia eritrosit.

-          Eritropoetin mempercepat produksi eritrosit pada hampir semua stadiaterutama pada saat dimana sel induk membelah diri dan berdiferensasi untuk membentuk eritoisit. Selain mempercepat pembelahan sel eritropoetin juga memudahkaninkorporasi besi, mempercepat matur sel dan memperpendek waktu yang dibutuhkan sel untuk masuk ke sirkulasi. Peningkatan jumlah retikulosit atau eritrosit berinti merupakan indikasi bahwa sumsum tulang bereaksi terhadap hipoksia.7

ª  Angiotensin

Peningkatan sekresi aldosteron

 

 

ª  Aldosteron

Retensi air dan Na -> volume efektif meningkat -> iskemia menurun -> pembentukan renin menurun.7

 

Simpulan

 

Sistem urogenital atau sistem perkemihan sangat lah penting bagi tubuh kita. Bukan hanya feses tapi urine juga harus dikeluarkan. Sistem perkemihan di mulai dari ginjal – ureter – kandung kemih – urethra. Ginjal sangat penting dalam berbagai proses mekanisme tubuh. Jika salah satu organ perkemihan tersebut rusak dan mengalami gangguan maka hasil filtrasi organ tersebut yaitu urine juga akan mengalami gangguan. Di mana sangat berbahaya jika urine kita mengandung zat-zat lain yang diluar dari komposisi urine normal.

 

Daftar Pustaka

  1. Corwin EJ. Buku saku patofisiologi. Jakarta : Penerbit Buku Kedokteran EGC;2008.hal 43-5
  2. Anderson PD. Anatomi dan fisiologi tubuh manusia. Jakarta : Penerbit Buku Kedokteran EGC;2006.hal 67-73
  3. 3.      www.malindofm.com. Diunduh pada Tanggal 25 September 2011
  4. Everlyn C. Anatomi dan fisiologi untuk paramedic. Jakarta : Penerbit Gramedia. 2009.h.81-90
  5. Fawceth. Buku ajar histologi. Jakarta : Penerbit Buku Kedokteran EGC;2008.h.34-45 
    1. Wonodirekso Sistem urinaria dalam Buku Ajar  Histologi. Jakarta : Penerbit Buku Kedokteran EGC;2004.h.427-9
    2. Marck DB. Biokimia kedokteran dasar. Jakarta : Penerbit Buku Kedokteran EGC;2006.h.45-7

 

 

 

 

 

 

WELCOMEEE WORLDDD

kenalinn yahh

aku dedeh anggreyani

panggil aja dedeh atau qlo d kampus di panggil dedoy

di rumah dipanggil pupun bobon :D

aku cuma cewe biasa kok yg punya wajah imut n manis dan punya segudangg mimpii :D

ini kali pertama nya aku tulis d Blog ini

aku baru buat hehee

lam kenal semua nyaaaaa :D

(^-^)